Jumat, 30 November 2012

Plantae

  Plantae disusun oleh Febni Suasti SSi
 Guru SMAN8 Pekanbaru
       
PLANTAE
Ciri-ciri umum :
-          Eukariotik
-          Multiseluler
-          Berklorofil
-          Autotrof
-          Berdinding sel, kandungannya selulosa
-          Cadangan makanan bentuk karbohidrat (tepung)
-          Berdasarkan organ pokoknya,
-          plantae dibedakan :       
a. Thallophyta = belum dapat dibedakan akar, batang dan daun (talus)
                b. Kormophyta = sudah jelas akar, batang dan daun (kormus)
Berdasarkan cara perkembangan, Kormus dibedakan atas :
  1. Kormophyta berspora= dengan spora
  2. Kormophyta berbiji= dengan biji
Berdasarkan jaringan pengangkut, plantae dibedakan atas 2 yaitu :
  1. Atrakeophyta : tumbuhan yang belum punya sistem pengangkut (xilem dan floem) ex. Bryophyta
  2. Trakeophyta : tumbuhan yang telah memiliki sistem pengangkut (xilem dan floem)
                ex. Pteridophyta dan Spermatophyta



Plantae dibedakan atas 3 divisio :
  1. Lumut (Bryophyta)
  2. Tumbuhan Paku (Pteridophyta)
  3. Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta)
Characteristic of Bryophyta
·         Peralihan antara tumbuhan ber-Talus  dengan tumbuhan ber-Kormus .
·         Terjadi metagenesis yaitu fase gametofit dan fase sporofit
·         Akar dan batang pada lumut tidak mempunyai pembuluh angkut (xilem dan floem).
·         Tetapi memiliki hidroid dan leptoid pengganti xilem dan floem
·         Akar dikenal dengan rhizoid
·         Habitat ditempat yang lembab dan bersifat kosmopolit
·         Alat kelamin jantan disebut anteridium dan alat kelamin betina arkegonium
·         Spora berkembang menjadi protonema
·         Jika  dalam satu individu terdapat alat kelamin jantan dan betina disebut berumah satu (Monoesius).
·         Jika satu individu hanya punya satu jenis kelamin disebut berumah dua (Dioesius).
·           Sporogonium adalah badan penghasil  spora, dengan bagian bagian :
- Vaginula (selubung pangkal tangkai)
- Seta (tangkai sporogonium)
- Sporangium (kotak spora)
- Kaliptra (tudung sporangium), dibawahnya terdapat gigi peristom berfungsi mengatur keluar spora

·         Klasifikasi Bryophita
1. KELAS LUMUT HATI(HEPATICOPSIDA/HEPATICEAE)
2. KELAS LUMUT TANDUK (ANTHOCERATOPSIDA/ANTHOCEROTACEAE)
3. KELAS LUMUT DAUN (MUSCI/ BRYOPSIDA)

KELAS LUMUT HATI /HEPATICOPSIDA (LIVER WORTS)
Ciri__ciri:
n  Berbentuk lembaran daun, dengan rhizoid yang berupa benang halus.
n  Permukaan daun lebih hijau dari pada bagian bawah
n  Terdapat urat daun dan lembaran daun bercabang
n  Reproduksi vegetatif dengan gemma cup/ kuncup
n  Ex. Marchantia polymarpha
KELAS LUMUT DAUN /MUSCI/BRYOPSIDA(MOSSES)
n   Dikenali sebagai lumut DAUN
n   Ciri-ciri : memiliki organ akar(rhizoid), batang dan
n   daun, memiliki tulang tengah terdiri satu atau
n   beberapa lapis sel tapi belum berdaging daun.
n   Contoh :
n                  -  Polytrichum commune
n                  - Sphagnum fimbriatum
n                  - Sphagnum acutilfolium
n                  -  Pogonatum cirrhatum
n                  -  Mniodendrom divaricatum 

KELAS LUMUT  TANDUK/ ANTHOCERATOPSIDA (HORN WORTS)
Ciri-ciri:
Bentuk tubuh seperti lumut hati (talus),tetapi berbeda bentuk sporofitnya yang berbentuk kapsul
memanjang yang tumbuh seperti tanduk  Eq. Anthoceros laevis
MANFAAT LUMUT BAGI KEHIDUPAN  MANUSIA
          Sebagai vegetasi perintis bersama likenes
          Menyerap air hujan dan salju yang mencair
          Sebagai pupuk penyubur tanah dirawa
          Mencegah erosi
          Sebagai obat hepatitis (peradangan dihati)
          Sebagai pengganti kapas

PTERIDOPHYTA (TUMBUHAN PAKU)
n  Termasuk tumbuhan kormus
n  Memiliki pembuluh angkut xylem dan floem
  Berkembang biak dengan spora
n  Mengalami metagenesis yaitu fase gametofit dan sporofit
  Spora dihasilkan di dalam sporangium
n  Habitat ditempat lembab dan basah (kosmopolit)
n  Sporangium dapat tersusun dalam strobilus, sorus,sinangium
n  • Sperma berflagel, perlu air untuk fertilisasi
n  Siklus hidup: generasi sporofit dominan, hidup bebas generasi gametofit tereduksi, hidup bebas
n  Akar berupa akar serabut
n  Batang berupa akar tongkat atau rhizome, kecuali pada beberapa species


n  Ukuran, bentuk dan anatomi daun paku sangat bervariasi
n  Berdasarkan ukuran, daun paku dibedakan atas:
                1. daun mikrofil (daun kecil)
                2. daun makrofil (daun besar)
Berdasarkan fungsinya, daun dibedakan atas :
  1. Sporofil
                Daun yang berfungsi untuk menghasilkan spora.
                Pada sporofil dewasa terdapat bintil berbentuk bulatan disebut sorus (sporangium)dan dibungkus oleh indisium (sorus muda).    Setiap sporangium dikelilingi oleh anulus yang berfungsi mengatur pengeluaran spora dari sporangium. Sporofil berbentuk kerucut disebut strobilus.
  1. Tropofil
                Daun yang berfungsi sebagai tempat fotosintesis 

                Berdasarkan jenis spora yang dihasilkan, tumbuhan paku dibedakan atas 3 yaitu :
  1. Paku homospora/isospora
                Menghasilkan satu jenis spora yang sama besar. Eq. Lycopodium sp (paku kawat)
         2.  Paku heterospora
Menghasilkan dua macam spora yang berbeda ukurannya dan jenis berbeda Eq.Selaginella, Marsilea crenata.
  1. Paku peralihan
                Memiliki ukuran spora yang sama tetapi berbeda jenis.Eq. Equisetum debile
KLASIFIKASI PTERIDOPHYTA
a. Psilopsida (paku purba)
-Tidak berdaun, kalau berdaun kecil-kecil
-Banyak hidup di zaman purba, ditemukan  dalam bentuk fosil
-Eq.Psilotum, Rhynia.
b. Lycopsida (paku kawat)
-Batang seperti kawat
-Daun kecil tersusun spiral
-Sporangium muncul diketiak daun membentuk strobilus
-Eq.Lycopodium, Selaginella.
c. Sphenopsida
-          Daun kecil, tunggal dan tersusun melingkar
-          Batang berbuku-buku dan berongga
-          Dari setiap buku muncul daun kecil seperti sisik
-          Banyak terdapat didataran tinggi
-          Eq. Equisetum debile
d. Pteropsida
-          Berdaun besar
-          Pada daun muda menggulung disebut Circinnatus
-          Sporangium pada sporofil
-          Eq. Adiantum cuneatum ,  Asplenium nidus ,  Marsilea crenata , Azolla pinnata
                 
MANFAAT PTERIDOPHYTA
  1. Sebagai bahan bakar (paku berupa fosil)
  2. Sebagai tanaman hias
  3. Sebagai obat-obatan
  4. Untuk sayuran
  5. Sebagai pupuk hijau
  6. Untuk karangan bunga

SPERMATOPHYTA
Ciri-ciri :
           Sudah memiliki jaringan dan organ yang jelas
          Tubuh tumbuhan bisa dibedakan menjadi organ vegetatif (akar, batang, daun) dan generatif (bunga dan biji)
          Struktur perkembangbiakan yang khas adalah biji yang dihasilkan oleh bunga atau strobilus / rujung
          Sperma menuju sel telur melalui tabung serbuk sari yang hanya dimiliki oleh tumbuhan biji
          Embrio tumbuhan biji memiliki 2 kutub (bipolar)   satu kutub membentuk batang dan daun, kutub lain membentuk akar
          Memiliki organ /alat perkembangbiakan berupa biji
          Biji dihasilkan oleh bagian bunga atau strobilus.
Beberapa nama lain dari Spermatophyta adalah …
          ANTOPHYTA = TUMBUHAN BUNGA
          PHANEROGAMI = TUMBUHAN BERALAT KELAMIN JELAS
          EMBRIOPHYTA SIFONOGAMI = TUMBUHAN BERLEMBAGA YANG PERKAWINANNYA MELALUI PEMBULUH



 Pembentukan Biji




TAHAP PEMBENTUKAN BIJI
  1. Pembentukkan biji dimulai dengan terjadinya penyerbukan (polinasi).
  2. Serbuk sari yang jatuh di kepala putik kemudian akan berkecambah membentuk buluh sari.
  3. Buluh sari akan tumbuh memanjang menuju bakal biji.Selama tumbuh, inti serbuk sari membelah menjadi 2 yaitu 1 inti generatif dan 1 inti vegetatif.
  4. Inti generatif lalu membelah lagi menjadi 2 inti generatif (Sel Sperma).
  5. Inti generatif berfungsi membuahi sel ovum dan membuahi inti kandung lembaga. Sedangkan inti vegetatif berfungsi mengantarkan inti generatif menuju bakal biji.
  6. Setelah sampai pada bakal biji, inti vegetatif hancur lalu 2 inti generatif (sperma) akan masuk ke bakal biji melalui mikrofil.
  7. Bersamaan saat terjadinya polinasi, inti kandung lembaga akan membelah 3 kali sehingga menghasilkan 8 inti. 3 inti menghadap mikrofil (2 inti sinergid, 1 ovum), 3 inti menuju kutub berlawanan (antipoda) dan 2 inti berada di tengah (inti kandung lembaga sekunder).
  8. Lalu 1 inti generatif akan masuk membuahi ovum yang akan berkembang menjadi embrio, dan 1 inti generatif lain membuahi inti kandung lembaga sekunder dan akan terbentuk endospermae (kandung lembaga).
  9. Dan akhirnya terbentukkah biji. Peristiwa ini di sebut pembuahan ganda.
CIRI-CIRI GYMNOSPERMAE
          UMUMNYA BERAKAR TUNGGANG, DAN MEMILIKI KAMBIUM
          BATANG MEMILIKI ZAT KAYU/ KAMBIUM SEHINGGA MENGALAMI PERTUMBUHAN SEKUNDER, BATANG BIASANYA BERCABANG
          MEMILIKI PEMBULUH ANGKUT : TRAKEID
          BENTUK DAUN BERANEKA RAGAM, ADA YANG LEBAR, TUNGGAL (MELINJO), ADA YANG MAJEMUK (PAKIS HAJI) DAN ADA YANG BERBENTUK JARUM (PINUS DAN CEMARA)
          SECARA UMUM DAUN GYMNOSPERMAE SEMPIT, TEBAL DAN SEDIKIT KAKU
          BUNGA SESUNGGUHNYA BELUM ADA
          BAKAL BIJI TERDAPAT PADA BADAN YANG MIRIP MAKROSPOROFIL PADA PAKU YANG DISEBUT DAUN BUAH
REPRODUKSI GYMNOSPERMAE
          REPRODUKSI SECARA GENERATIF, JARANG SECARA VEGETATIF
          SEL KELAMIN JANTAN (SPERMATOZOID) DIHASILKAN OLEH STROBILUS JANTAN DAN SEL KELAMIN BETINA (OVUM) DIHASILKAN OLEH STROBILUS BETINA
          ADA YANG BERUMAH SATU (STROBILUS JANTAN DAN BETINA BERADA PADA SATU POHON) CONTOHNYA Gnetum gnemon, DAN ADA YANG BERUMAH DUA, CONTOHNYA Cycas rumphii dan Pinus merkusii
          PENYERBUKAN DENGAN BANTUAN ANGIN
          PEMBUAHAN TUNGGAL


GINKGOINAE
  1. Tubuh berupa pohon besar, batang lurus bercabang.
  2. Merupakan tumbuhan berumah dua (dioseus).
  3. Bentuk daun seperti kipas. Tumbuh berkelompok pada cabang batang yang pendek.
  4. Pada musim panas dan semi berwarna hijau, pada musim gugur dan musim dingin berwarna coklat dan daun berguguran.
  5. Bakal biji tidak dilindungi oleh bakal buah.
  6. Hanya tersisa 1 spesies, yaitu
                 Ginkgo biloba
CONIFERINAE(PINOPHYTA)
  1. Merupakan tumbuhan gymnospermae yang terbesar dari ukuran sampai jumlah anggotanya.
  2. Selalu hijau sepanjang tahun.
  3. Daun berbentuk jarum, dilapisi lapisan kutikula.
  4. Memiliki alat reproduksi berupa konus (strobilus).
  5. 1 Pohon umumnya memiliki 2 konus, konus jantan di ujung cabang, dan konus betina di bawahnya.
CYCADINAE
  1. Menyerupai palem, daun tersusun roset batang.
  2. Daun muda tumbuh menggulung, menyerupai tumbuhan paku.
  3. Biji terbuka dan dihasilkan oleh strobilus betina.
  4. Merupakan tumbuhan berumah dua (dioseus).
  5. Strobilus tumbuh pada ujung batang.
GNETINAE
  1. Bunga berkelamin tunggal (dioseus).
  2. Terdiri dari 3 ordo, yaitu :
  1. Gnetales
  2. Ephedrales
  3. Welwitschiales

ANGIOSPERMAE

PERBBANDINGAN ANTARA



Peranan Tumbuhan Biji Tertutup bagi kehidupan :
  1. Bidang pangan :
                - sumber karbohidrat : padi (Oryza sativa)
                - sumber proein : kedelai (Glycine max)
                - sumber lemak : kelapa (Cocos nucifera)
                - sumber vitamin : tomat (Solanum lycopersicum)
  1. Bidang sandang : Kapas (Gossypium sp.)
  2. Bidang papan : Jati (Tectona grandis)
  3. Bidang obat-obatan : kina (Chinchona sp.)

Tidak ada komentar: