Minggu, 18 November 2012

Ganggang ( algae) Protista menyerupai Tumbuhan

                       
Klasifikasi ganggang
Sebagian ahli biologi mengklasifikasi ganggang berdasarkan pada pigmen yang dominan., komponen penyusun dinding sel ,jumlah dan posisi flagelum serta bentuk cadangan makanan.
Maka dikelompokan ganggang atas:  6 kelompok yaitu :
1.      Euglenophyta (Euglenoid)
2.      Chrysophyta
3.      Pyrophyta
4.      Chlorophyta
5.      Phaeophyta
6.      Rhodophyta



 Euglenophyta (Euglenoid)
 contoh Euglena sp
(Euglenoid) memiliki bintik mata berbentu jaringan yang berisi fotoreseptor yang ditutupi lapisan pigmen merah (fikobilin). Bila tidak ditutupi pigmen merah , euglenoid dapat bergerak bebas
 





  Pyrophyta (Ganggang api)
Ganggang api sering disebut dengan Dinoflagelata. Sebagian besar hidup di laut dan ada juga yang hidup di air tawar.
  Ganggang ini mempunyai ciri tubuhnya bersel satu, dinding sel berupa lempengan selulosa yang rapat, dapat bergerak aktif, di luar sel terdapat celah dan alur yang masing-masing dilengkapi dengan satu flagel, berklorofil, mengandung pigmen kuning kecokelatan, dan berkembang biak dengan cara membelah diri. Contohnya adalah Peridinium
Chrysophyta (ganggang keemasan)

Ganggang keemasan (chrysophyta) merupakan alga yang hidup di air tawar dan ada yang hidup di air laut dan tanah lembab. Tubuh ada yang bersel satu dan ada yang bersel banyak. Alga ini digolongkan ke dalam 3 kelas, yaitu:
a. Kelas alga Hijau-Kuning (Xanthophyceae) contoh Vaucheria
b. Kelas alga keemasan (Chrysophyceae)
contohnya Synura
c. Kelas Diatom (Bacillariophyceae) Contohnya: Navicula, Pannularia dan Cyclotella

Ganggang hijau atau Chlorophyta
Ganggang hijau atau Chlorophyceae adalah salah satu kelas dari dari ganggang berdasarkan zat warna atau pigmentasinya.

Ciri-ciri Ganggang hijau atau Chlorophyta :
1.      ada yang bersel tunggal dan ada pula yang bersel banyak berupa benang, lembaran, atau membentuk koloni. Dinding sel dari selulosa
2.      Spesies ganggang hijau yang bersel tunggal ada yang dapat berpindah tempat, tetapi ada pula yang menetap.
3.      Sel-sel ganggang hijau bersifat eukariotin (materi inti dibungkus oleh membran inti).
4.      Pigmen yang dominan adalah klorofil baik klorofil a dan klorofil b sehingga ganggang ini berwarna hijau,
5.      pigmen lain yang dimiliki adalah karoten dan xantofil.
6.      Klorofil dalam pigmen lain terdapat dalam kloroplas yang bentuknya bermacam-macam antara lain mangkuk, gelang, pita spiral, jala dan bintang. Di dalam kloroplas terdapat butiran padat yang disebut pirenoid yang berfungsi untuk pembentukan tepung.
7.      umumnya hidup di air tawar. Sebagian lagi hidup di darat, di tempat yang lembab, di atas batang pohon, dan di laut. Beberapa genus dari ganggang hijau mempunyai alat gerak berupa flagel dan bintik mata (stigma).
8.      ganggang hijau  berkembangbiak secara:
• Vegetatif (aseksual), yaitu:               o pembelahan sel
o Fragmentasi


Fragmentasi adalah cara memutuskan bagian tubuh tumbuhan yang kemudian membentuk individu baru. Fragmentasi terutama terjadi pada Oscillatoria. Pada filamen yang panjang bila salah satu selnya mati maka sel mati itu membagi filamen menjdi 2 bagian atau lebih. Masing – masing bagian disebut hormogonium. Fragmentasi
Beberapa contoh ganggang hijau
Ganggang hijau bersel tunggal
o Chlamydomonas
o Chlorococcum
o Chlorella
o Euglena viridis

• Ganggang hijau berbentuk koloni
o Volvox
o Hydrodictyon
o Scenedesmus
o Pediastrum
o Dictyosphaerium

Ganggang hijau berbentuk filamen
o Spirogyra
o Ulothrix
o Oedogonium
o Derbesia
o Zygnema

• Ganggang hijau berbentuk lembaran atau tumbuhan tinggi
o Ulva
o Halimeda
o Chara
o Nitella




Phaeophyta ( Ganggang Coklat)
Ciri-ciri Phaeophyta
1.      Pigmen dominan  Karoten yaitu  fukosantin memberi warna coklat yang menutupi klorofil baik klorofil a dan klorofil c dan xantofil
2.      Dinding sel mengandung pektin dan algin
3.      Cadangan makan dsalam bentuk laminarin yaitu sejenis glukosa atau dalam bentuk lemak
4.      Sebagian besar multiselluler
5.      Umumnya hidup di laut
Contoh: Sargasum, turbinaria ,Macrocystis dan Nerocystis


Ganggang Merah (Rhodophyta)
Ciri-ciri
1.      Pigmen dominan fikobilin jenis fikoeritrin.
2.      Dinding sel mengandung selulosa dan pektin
3.      Cadangan makanan berupa tepung florit
4.      Hidup dala laut
5.      Berkembang biak secara aseksual dengan spora dan seksual dengan oogami

Contoh;Eucheuma spinosum,
           


Semua spesies diletakkan dalam satu kelas : Rhodophyceae.
Ordonya antara lain :
1.        Bangiales (contohnya Bangia, Porphyra);
2.        Ceramiales (contohnya Bostrychia; Ceramium, Griffithsia, Polysiphonia);
3.        Compsopogonales (contohnya. Compsopogon);
4.         Cryptonemiales (contohnya Choreocholax, Corallina, Gloiopeltis, Hildenbrandia,   
            Holmsella, Lithophyllum);
5.        Gigartinales (contohnya. Chondrococcus, Chondrus, Eucheuma, Furcellaria, 
            Gardneriella,   Gigartina,Gracilaria, Iridaea);
6.        Nemalionales (contohnya Audouinella, Batrachospermum, Gelidium, Lemanea);
7.        Palmariales (contohnya Palmaria);
8.        Porphyridiales (contohnya Chroodactylon, Cyanidium, Porphyridium);
9.        Rhodochaetales (contohnya Rhodochaete);
10.     Rhodymeniales (contohnya Coeloseira, Rhodymenia).




PERANAN GANGGANG (ALGA) BAGI KEHIDUPAN
Ganggang dapat memberikan berbagai manfaat bagi kehidupan manusia. Manfaat ganggang bagi kehidupan manusia adalah sebagai berikut :
a.    Ganggang hijau merupakan sumber fitoplanton yang     digunakan       sebagai pakan ikan dan hewan air lainnya.   Dapat dikatakan            bahwa pada ekosistem perairan,         ganggang hijaulah yang  merupakan produsen bagi          hewan-hewan air lainnya.
b.    Ganggang cokelat (Macrocrytis pyrifera) mengandung yodium yang dapat dimanfaatkan sebagai suplemen   untuk hewan  ternak. Selain itu, ganggang        cokelat yang    mengandung asam      alginat dapat dimanfaatkan sebagai      pengental produk        makanan, industri, dan alat-alat kecantikan (Laminaria, Macrocystis, Ascophylum, dan    Fucus).
c.    Dinding sel diatom mengandung zat kersik sehingga     ganggang keemasan sering disebut juga ganggang kersik. Zat kersik ini  sangat berguna bagi industri,        seperti bahan penggosok,        penyaring, industri kaca, dan   bahan isolasi.
d.    Ganggang merah dapat dimanfaatkan untuk makanan suplemen kesehatan (Porphyra), sumber makanan (Rhodymenia palmata), pembuatan agar (Gellidium), dan penghasil      karagenan (pengental es krim). Di Jepang, Porphyra (ganggang merah) digunakan sebagai bahan pangan.
e.    Di semua lingkungan menghasilkan gas oksigen selama             fotosintesis. Pada unit pengolahan limbah, gas ini merupakan gas penting untuk degradasi limbah oleh bakteri aerob.

Ganggang juga memberikan peranan yang merugikan, berikut adalah contoh peranan ganggang dalam kehidupan ;
1.    Beberapa jenis menghasilkan racun. Racun dihasilkan    secara ekstraseluler atau dilepaskan pada saat terjadi blooming ganggang, yaitu populasi ganggang yang        sangat padat hingga menutupi permukaan perairan. Gymnodinium dan Gonyaulax menghasilkan neurotoksin yang mematikan  binatang akuatik.
2.    Ganggang Prototheca wickerhamii merupakan patogen             yang menyerang manusia yaitu dapat menyebabkan peradangan persendian. Beberapa ganggang yang           terbawa udara menyebabkan alergi.
3.    Beberapa jenis misalnya Cephaleuros menyerang daun teh, kopi, lada, cengkeh, jeruk, dan lain-lain di daerah tropik dan menimbulkan banyak kerusakan.



Fikosianin = warna biru;
Xantofil = warna kuning;
Karoten = warna keemasan;
Fikosantin = warna pirang;
Fikoeritrin = warna merah.



Sumber:
http://www.faktailmiah.com/2010/09/29/rhodophyta.html

Tidak ada komentar: