Jumat, 21 September 2012

Sistem Pertahanan Tubuh ( Ringkasan Materi )

SISTEM PERTAHANAN TUBUH

Jaringan tubuh yang berperan penting dalam sistem Pertahanan Tubuh
adalah jaringan darah dan jaringan limfa.

SISTEM LIMFATIK
Pembuluh limfa berfungsi untuk mengangkut cairan kembali ke peredaran darah.
Organ limfoid berfungsi sebagai tempat hidup sel fagositik dan limfosit
 yang berperan penting untuk melawan penyakit


Fungsi sistem limfa adalah sebagai berikut.
  1.  Mengambil kelebihan cairan dari jaringan dan mengembalikannya ke darah.
  2.  Mengabsorpsi lemak dan laktekal di usus halus kemudian mengangkutnya ke darah.
  3.  Membantu pertahanan tubuh melawan penyakit.


1.     Pembuluh Limfa
Pembuluh limfa merupakan bagian penting dalam sistem peredaran limfa.
Peredaran limfa adalah peredaran terbuka. Cairan limfa yang berasal
dari kepala, leher, dada, paru-paru, jantung dan lengan kanan
 terkumpul pembuluh limfa kanan (duktus limfatikus dekster).

Cairan limfa yang berasal dari bagian selain yang bermuara
di pembuluh limfa kanan akan bermuara pada pembuluh limfa dada (duktus toraksikus).


Organ-organ limfoid
Organ-organ limfoid mencakup sumsum merah, nodus limfa, limpa, timus dan tonsil.


Sumsum merah
       Sumsum merah mencakup jaringan yang menghasilkan limfosit.
       Perkembangan selanjutnya limfosit akan menjadi sel B atau sel T tergantung pada pematangannya.
       Kedua jenis limfosit tersebut bersirkulasi seluruh tubuh dan limfa, kemudian terkonsentrasi dalam limpa, nodus limfa dan jaringan limfatik.

Nodus limfa
       Nodus limfa diselubungi jarungan ikat longgar yang membagi nodus menjadi nodulus-nodulus.
       Tiap nodulus mengandung ruang-ruang (sinus) yang berisi limfosit dan makrofog.
       Jadi, fungsi nodus limfa adalah menyaring mikroorganisme yang ada dalam limfa.

 Limpa
  • Limpa adalah organ limfoid terbesar.
  • Limpa mempunyai dua fungsi utama,
       membuang antigen yang terdapat dalam darah,
       menghancurkan sel darah merah yang sudah tua.

Timus
  • Adalah tempat dimana limfosit berkembang menjadi sel T.
  • Timus berbeda dengan organ limfoid lainnya karena hanya berfungsi untuk tempat pematangan limfosit.
  • Selain itu juga karena timus adalah datu-satunya organ limfoid yang tidak memerangi antigen secara langsung.

SISTEM KEKEBALAN (IMUN)
1.         Kekebalan Bawaan
Penghalang yang melindungi tubuh, sel dan senyawa kimia
yang berfungsi sebagai pertahanan pertama telah ada sejak kita dilahirkan.

A. Perlindungan Permukaan
Kulit dan membran mikrosa merupakan lapis pertama pertahanan tubuh.
Apabila mikroba dapat menembus kulit, membran mukosa
yang akan menjerat mikroba tersebut.

Perlindungan yang dihasilkan oleh kulit dan membran mukosa adalah:
1.    Hasil sekresi kulit cenderung bersifat asam (pH 3-5), sehingga
menghambat pertumbuhan bakteri.   Minyak (sebum) pada
 kulit mengandung zat yang beracun bagi bakteri.
2. Mukosa lambung mengandung larutan yang dapat membunuh mikroorganisme.
3. Lidah dan air mata mengandung lisozim, yaitu enzim penghancur bakteri.
4. Lendir yang lengket akan memerangkap mikroorganisme yang
    masuk ke saluran pencernaan dan saluran pernapasan.

B.Kekebalan dalam tubuh
Kekebalan dalam tubuh mencakup fagosit, sel natural killer (sel NK) dan protein antimikroba.

fagosit
Sel yang termasuk fagosit (sel pemakan) misalnya makrofag, neutrofil dan eosinofil yang merupakan bagian dari sel darah putih. Eonosfil merupakan fagosit yang lemah, tetapi berperan penting dalam pertahanan tubuh melawan cacing parasit.



Sel Natural Killer (Sel NK)
Sel NK merupakan sel pertahanan yang mampu melisis dan membunuh sel-sel kanker serta sel tubuh yang terinfeksi virus sebelum diaktifkannya sistem kekablan adaptif.
Sel-sel ini dengan cara  menyerang menyerang membran sel target dan melepaskan senyawa kimia yang disebut perforin.

Protein antimikroba
  • Protein antimikroba meningkatkan pertahanan dalam tubuh dengan melawan mikroorganisme secara langsung atau dengan menghalangi kemampuannya untuk bereproduksi.
  • Protein antimikroba yang penting adalah interferon dan protein komplemen.
  • Interferon melindungi bagian sel lain di sekitarnya dengan cara menghambat perbanyakan sel-sel yang terinfeksi.
  • Protein komplemen dapat diaktifkan oleh munculnya ikatan antigen dan antibodi atau jika protein komplemen bertemu dengan molekul polisakarida di permukaan tubuh mikroorganisme.


2. Kekebalan adaptif
Kekebalan adaptif mampu mengenali dan mengingat patogen spesifik sehingga dapat bersiap bila infeksi patagon yang sama terjadi di kemudian hari.
Contoh sistem kekebalan adaptif yang penting adalah limfosit.

Limfosit
Limfosit telah matang sebelum bertemu dengan antigen yang akan dilawannya.
Artinya, bukan gen kitalah yang menentukan benda asing yang akan dilawan oleh limfosit.


Jika ada protein asing (antigen) masuk kedalam tubuh, sel B yang telah
spesialisasi akan menghasilkan protein yang disebut antibodi yang
 disebut juga imunoglobulin (Ig).
Ada tiga jenis antigen, yaitu:
  1. Heteroantigen, merupakan antigen yang berasal dari spesies lain.
  2. Isoantigen, merupakan antigen dari spesies yang sama tetapi struktur genetiknya berbeda.
  3. Autoantigen, merupakan antigen yang berasal dari tubuh itu sendiri dan menyebabkan pembentukan antibodi tubuh juga.

Antibodi tidak dapat langsung menghancurkan antigen.
Antibodi yang dapat menggumpalkan antigen disebut presipitin.
Antibodi yang dapat menguraikan antigen disebut lisin.
Antibodi yang dapat menawarkan racun disebut antitoksin.
Keadaan sistem pertahanan tubuh yang sangat peka terhadap antigen tertentu disebut alergi.

Macam-macam Kekebalan Tubuh

Dilihat dari segi imunologis, kekebalan dibagi atas:
a.    Kekebalan aktif
Kekebalan aktif adalah bila tubuh menghasilkan antibodi
untuk menahan molekul asing (antigen).
Kekebalan aktif dapat juga terbentuk dengan vaksinasi.
b. Kekebalan pasif
Kekebalan pasif adalah kekebalan yang didapat dari pemindahan
antibodi dari suatu individu ke individu lainnya. 
Kekebalan pasif juga dapat terjadi secara buatan dengan
menyuntikkan antibodi dari manusia atau hewan yang telah kebal
terhadap suatu penyakit, misalnya rabies atau anjing gila.

Penyakit yang Berhubungan dengan Sistem Kekebalan 
         a. AIDS
                Virus ini disebut HIV (Human Immunodeficiency Virus).
                HIV menginfeksi sel T limfosit.
       .         Sel T yang terinfeksi dapat membentuk virus baru dalam jangka waktu yang lama.
                HIV juga dapat menetap selama bertahun-tahun sebagai provirus yang selalu menyerang 
               sistem  kekebalan.

        b.  Autoimunitas
Autoimunitas adalah suatu kelainan dimana sistem kekbalan tubuh menyerang jaringan tubuh sendiri. Contoh penyakit autoimunitas adalah penyakit Addison kelenjar adrenal, toroiditis, artritis rematoid, multiple sclerois, anemia pernisisus dan lupus.

Tidak ada komentar: